BAZNAS Berdayakan Masyarakat dengan Anyaman Ketak

Usai sejumlah wilayah di Lombok terdampak gempa, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD) hadir dengan program Recovery  Lombok, salah satunya di Dusun Longserang Timur, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Program ZCD menyasar pada bidang pemberdayaan melalui lima aspek, yakni aspek ekonomi, sosial, kemanusiaan, dakwah dan pendidikan.

Dalam bidang ekonomi, mustahik atau yang biasa disebut sebagai Penerima Manfaat telah medapatkan pelatihan dalam Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dibagi menjadi 3 kelompok dalam pembuatan gula semut dan kerajinan ketak. Satu kelompok tergabung untuk pembuatan gula semut dan dua kelompok lainnya tergabung untuk kerajinan ketak, yakni kelompok “Pade Seneng” dengan jumlah Penerima Manfaat sebanyak 17 KK dan kelompok “Mawar” sebanyak 11 KK. Mayoritas Penerima Manfaat adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Kelompok Penerima Manfaat diberikan pendampingan dan pelatihan tentang cara mengolah tumbuhan liar menjadi kerajinan anyaman ketak. Anyaman ketak  adalah salah satu kerajinan khas Lombok yang dibuat dengan tangan berbahan dasar dari tanaman ketak/jelujuh dan rotan. Tanaman ini merupakan keluarga dari paku – pakuan yang biasa menjalar pada tanaman induk. Dalam proses pembuatannya, ada beberapa tahapan produksi yang harus dilalui. Dimulai dari membelah rumput ketak sampai dengan proses pembentukan menjadi anyaman, yang biasanya membutuhkan waktu 3-4 hari hingga menjadi anyaman yang cantik. Setiap minggunya para kelompok Penerima Manfaat mampu memproduksi anyaman ketak sebanyak 20 sampai 25 anyaman dengan ukuran dan motif yang berbeda tergantung kesulitan pengerjaan.

Anyaman ketak untuk model biasa dengan ukuran 20×25 dijual seharga Rp. 35.000 sedangkan anyaman dengan ukuran 30×35 dijual seharga Rp. 45.000. Adapun anyaman bermotif memiliki harga jual yang lebih tinggi yakni berkisar Rp. 60.000 hingga Rp. 80.000. Pemasaran anyaman ketak saat ini masih bersifat lokal yang dijual melalui pengepul dan dijual ke toko oleh-oleh yang terletak di wilayah Lombok Barat. Dalam sebulan, biasanya Penerima Manfaat mampu merauk keuntungan hingga Rp. 2.300.000, nominal angka yang mampu membantu perekonomian keluarga

Menganyam ketak guna merangkai harapan terus dilakukan oleh para Penerima Manfaat. Jemari lembut ibu-ibu Dusun Longserang Timur, mengubah anyaman ketak menjadi jembatan yang kokoh untuk menyeberangi kemiskinan menuju perekonomian yang lebih baik. Mereka berharap program pemberdayaan ZCD ini mampu menjadi alternatif untuk mengembangkan potensi usaha anyaman ketak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang.