BAZNAS Jajaki Peluang Pengembangan Kerjasama dengan Kementerian Desa

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD) melakukan audiensi dengan Kementerian Desa pada Hari Kamis, 8 Agustus 2019 di kantor Kementerian Desa. Pada kesempatan tersebut Kepala Lembaga Zakat Community Development BAZNAS, Tatiek Kancaniati memaparkan gambaran program pemberdayaan ZCD kepada Dr. Conrad Hendrarto selaku Staf Ahli Menteri Desa Bidang Pengembangan Wilayah.

Selama audiensi berlangsung, pokok pembahasan yang diangkat adalah adanya kemungkinan dan peluang kerja sama antara ZCD BAZNAS dengan Kementerian Desa. Adapun peluang kerjasama yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Peluang kerjasama untuk pameran kain tenun yang akan diadakan pada tanggal 17 Agustus 2019 di Malaysia yang akan bersinergi dengan kelompok binaan ZCD BAZNAS di Desa Mbuliloo, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, NTT.
  2. Peluang kerjasama dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar untuk pengolahan produk turunan kelapa. Sebagaimana diketahui Kementerian Desa mempunyai pakar kelapa yang mampu memproduksi produk turunan kelapa seperti nata de coco. Dalam hal ini, Kementerian Desa akan mem-backup biaya pelatihan dan mengirimkan seorang pakar ke titik tersebut.
  3. Produk hasil binaan ZCD berpeluang untuk bekerjasama dengan koperasi “De Apik (Akuntabel, Profesional, Integritas, Kebersamaan).
  4. Kementerian Desa mengusulkan untuk mengajukan Memorandum of Understanding (MOU) antara Ketua BAZNAS dengan Menteri dalam pengalokasian dana BUMDes. Selain itu Dr. Conrad Hendrarto akan memfasilitasi kerjasama antara BAZNAS dengan Direktorat Kementerian Desa yang tertuang dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS).
  5. Lembaga ZCD akan membuat MOU dengan Direktur Program Kementerian Desa, Dikrektur Pengembang Ekonomi Desa dan Direktur Pengembangan Lokal yang akan disinergikan dengan program daerah tertinggal di 122 kabupaten / 74.956 desa.
  6. Condrad Hendrarto merupakan seorang aktivis masjid dan lulusan Pendidikan Doktor Ilmu Ekonomi Syariah akan mendukung pengumpulan dana zakat ke BAZNAS dari perolehan gaji.
  7. Potensi kerjasama dapat dimulai dari pengumpulan zakat melalui BUMDes karena saat ini sedang dilakukan pengkajian BUMDes Syariah yang ditunjuk Kementerian Desa untuk bersinergi dengan program pemberdayaan ZCD.
  8. Peluang awal project program BUMDes Syariah dapat dimulai di Kabupaten Bengkalis, Riau dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dimana Bupati Bengkalis sudah menyetujui konsep tersebut.

 

Audiensi antara ZCD BAZNAS dengan Kementerian Desa ini diharapkan mampu menyukseskan program-program pemberdayaan dan mengoptimalkan pengentasan kemiskinan. Sejatinya, persoalan kemiskinan yang dialami masyarakat, khususnya mustahik dapat terpecahkan dengan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak.