1. Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
  • Deskripsi Program, Konsep pengembangan potensi desa dalam segi usaha yang dijalankan dengan tujuan untuk meningkatan kemampuan masyarakat khususnya di bidang usaha kerajinan anyaman ketak dan produksi gula semut serta kemandirian Penerima Manfaat. Konsep pemberdayaan meliputi pendampingan yang melibatkan UKM kecil sebagai subyek.
  • Capaian Keberhasilan

Ekonomi:

  1. Mengembangkan potensi desa menjadi lebih bernillai, seperti kerajinan anyaman ketak yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 25.000 – Rp 30.000, sekarang nilai nya meningkat menjadi Rp 45.000- Rp 70.000 /buah sesuai dengan model dan ukurannya.
  2. Kelompok usaha gula aren yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 20.000/kg. saat ini telah diolah menjadi gula semut dengan harga jual mencapai Rp 80.000 /kg (halus) dan Rp 60.000/kg (kasar)
  3. Saat ini produk gula semut telah memiliki izin PIRT dan sudah di pasarkan di toko oleh-oleh khas Lombok dan minimarket di seputar Kecamatan Narmada dan Lombok Barat.

Organisasi:

  • Penguatan kelembagaan lokal dilakukan melalui pendampingan intens oleh Sahabat ZCD yang menetap di lokasi program. Tingkat partisipasi dalam bergotong royong semakin meningkat dengan adanya pertemuan kelompok yang di adakan secara rutin setiap seminggu sekali.

Spiritual:

  1. Meningkatkan partisipasi dan gotong royong masyarakat dalam pemeliharaan dan kerja bakti lingkungan.
  2. Menumbuhkan kesadaran Penerima Manfaat untuk bershadaqah dan berinfaq
  3. Dilaksanakan pengajian rutin seminggu sekali untuk mustahik dan meningkatnya jumlah jamaah shalat fardhu di masjid
2. Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
  • Deskripsi Program
  1. Konsep UKM aneka olahan keripik pisang  dan gula aren ini berupaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan baku di sekitar.
  • Capaian Keberhasilan
  1. Hasil penjualan anggota kelompok Al-Barokah dari olahan aneka pisang bisa mencapai Rp 1.200.000-Rp 1.800.000 /bulan, yang sebelumnya hanya.
  2. Nilai jual produk mulai meningkat seperti kerajinan krei yang sebelumnya.
  3. Setelah kelompok UKM Al Barokah memperoleh PIRT peningkatan pemasaran mulai terasa yang saat ini mulai dipasarkan kepada masyarakat.
  • Sosial
  1. Bertambahnya Penerima Manfaat program karena kepedulian berbagi dari peserta program
  2. Menumbuhkan rasa kekompakan dan kepedulian antara Penerima manfaat dengan masyarakat
  3. PEMDA Kabupaten Lombok Barat ikut berkontribusi untuk membantu UKM kelompok di Desa Selat, bantuan yang sudah di salurkan oleh Dinas Disperindag seperti :
  •   Dua buah Mesin raut bambu untuk kelompok kerajinan Lante Bambu
  •   Perlatan Oven satu buah untuk kelompok UKM Al-Barokah
3. Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
  • Deskripsi Program
  1. Kelompok UKM di Desa Teratak sudah terbentuk sebanyak tiga kelompok UKM olahan aneka makanan. Kelompok UKM sudah berjalan dengan penghasilan omset setiap bulannya sekitar  Rp 3.000.000 – Rp 4.500.000.
  2. Konsep UKM bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan kemampuan dalam pengolahan aneka kue kering dan basah untuk dipasarkan.
  • Capaian Keberhasilan

Ekonomi:

  1. Ibu-ibu rumah tangga (mustahik) memiliki pekerjaan setelah intervensi program ZCD.
  2. Anggota kelompok yang sebelumnya bekerja sebagai buruh kasar dengan pendapatan tidak menentu. Setelah adanya intervensi program ZCD, saat ini anggota kelompok memiliki penghasilan sebesar Rp 300.000 – Rp 400.000 melalui hasil penjualan dari aneka olahan dodol rumput laut dan kue kering.

Leave a Comment